klasiber Universitas Islam Indonesia

You are here: Home
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Diskusi Publik "Refleksi terhadap Gerakan Kesetaraan Gender di Indonesia"
Written by hana   
Thursday, 20 August 2009
Diskusi Publik "Refleksi terhadap Gerakan Kesetaraan Gender di Indonesia"

Perkembangan kesetaraan dan keadilan gender di Indonesia diawali sejak diratifikasinya Konvensi CEDAW (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Againts Women) sejak tahun 1984, dengan meratifikasinya konvensi ini Indonesia berkewajiban untuk melaksanakannya. Negara diperintahkan untuk melaksanakan langkah-langkah khusus sementara (temporary special measure) untuk mencegah terjadinya diskriminasi, tindakan-tindakan tersebut merupakan affirmative action yang harus dilakukan oleh negara sebagai kompensasi sejarah diskriminasi yang telah terjadi dan meninggalkan dampak yang tidak dapat dengan mudah dihilangkan.
Rendahnya partisipasi sebagian sumber daya pembangunan berimplikasi terhadap laju perkembangan pembangunan. Untuk itu perlu dilaksanakan pengarusutamaan gender agar laki-laki dan perempuan secara bersama-sama bisa berada pada tingkatan partisipasi yang tinggi, yang tentunya juga berimplikasi pada peningkatan laju pembangunan nasional.
Pengarusutamaan gender yang dilaksanakan pemerintah merupakan langkah affirmative action untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender. Kebijakan pemerintah dalam mewujudkan pengarusutamaan gender menjadi lebih berbeda dihubungkan dengan institusi pendidikan. Institusi yang dianggap murni sebagai wadah pengembangan ilmu dan masyarakat melalui output lulusannya diharapkan memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam mengimplementasikan permasalahan gender. Namun realitas menunjukkan bahwa kesetaraan gender di lembaga pendidikan juga belum menunjukkan kondisi yang baik. Persoalan gender masih ditempatkan secara terpisah dari arus utama kebijakan dan pelaksanaan pendidikan bahkan jauh dari upaya pembentukan sikap yang responsive gender. Budaya bias gender yang ada dalam kehidupan masyarakat ikut berimbas dan berpengaruh terhadap proses penyelenggaraan pendidikan. Fakta yang terlihat jelas salah satunya adalah kurangnya keterlibatan elemen perempuan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pengembangan pendidikan. Dengan kata lain tidak ditempatkannya persoalan yang berhubungan dengan kemasyarakatan. Ketidakoptimalan salah satu elemen lembaga pendidikan inilah yang dapat diindentifikasikan sebagai salah satu hambatan pengembangan pendidikan di institusi.
Persoalan gender di Indonesia telah disambut oleh Universitas Islam Indonesia dengan diawali berdirinya Pusat Studi Keluarga dan Pembangunan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat pada tahun 1986. Pada tahun 1997, dengan beberapa inisiasi dari para dosen yang peduli masalah gender, berdirilah Pusat Studi Wanita (PSW) UII. Sejak 1 Juni 2006, berdasarkan perubahan struktur UII, struktur kelembagaan PSW UII menjadi mandiri yang langsung di bawah koordinasi Wakil Rektor I. Untuk mengikuti perkembangan isu-isu gender, pada tanggal 18 September 2008 berdasarkan keputusan Rektor Universitas Islam Indonesia, nama Pusat Studi Wanita Universitas Islam Indonesia diubah menjadi Pusat Studi Gender Universitas Islam Indonesia.
Dalam rangka Milad ke 23 Pusat Studi Gender UII dan Memperingati 25 tahun Penerapan CEDAW di Indonesia dalam bentuk ratifikasi di Undang-Undang Nomor 7 tahun 1984 tentang ratifikasi Konvensi CEDAW (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Againts Women), Pusat Studi Gender UII akan melaksanakan Diskusi Publik “Refleksi Terhadap Perkembangan Gerakan Kesetaraan Gender di Indonesia” yang bertujuan utama untuk lebih mengenalkan dan mensosialisasikan wacana gerakan kesetaraan gender baik di Universitas Islam Indonesia maupun Indonesia secara umumnya.

Pusat Studi Gender UII akan menyelenggarakan Diskusi Publik dengan tema “Refleksi terhadap Perkembangan Gerakan Kesetaraan Gender di Indonesia” dan akan menghadirkan pembicara:

 

1.Dra. Siti Munawaroh, Apt., M.Kes (Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Propinsi DIY) dengan topik “Peran Pemerintah daerah dalam Penguatan Pengarusutamaan Gender”
2.Dra. Trias Setiawati, M.Si (Dosen Fakultas Ekonomi UII dan Mantan Ketua Pusat Studi Wanita UII) dengan topik “Gerakan Kesetaraan Gender di dalam Dunia Akademis”
3.Dra. Siti Ruhaini Dzuhayatin, MA (Dosen UIN Sunan Kalijaga dan Mantan Ketua Pusat Studi Wanita UIN Sunan Kalijaga) “Perkembangan Keilmuan Kesetaraan Gender dalam Islam”


Moderator:
Mila Karmila Adi, SH., M.Hum (Direktur Pusat Studi Gender UII)

 

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:
Hari/tanggal : Rabu, 2 September 2009
Tempat : Ruang Sidang Utama Lantai 3 FH UII
Jl. Taman Siswa No. 158 Yogyakarta
Waktu : 08.30-12.30 WIB
Fasilitas : Seminar Kit dan Sertifikat
Kontirbusi : GRATIS dan tempat terbatas

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Andrie Irawan (0274-6540862) atau Nur Asmawati (0852-280-33313)

 

 

Advertisement

E-Learning Fakultas

Advertisement
Advertisement

Sindikasi